BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kita
mengetahui bahwa senam pagi itu membuat tubuh kita sehat dan kuat serta meningkatkan
kesegaran tubuh kita dalam melakukan aktifitas selanjutnya. Sudah banyak
perkantoran-perkantoran di kota khususnya Sibolga telah menjadikan senam pagi
sebagai aktifitas yang rutin mereka yang lakukan pada pagi hari sebelum memulai
pekerjaan mereka. Bahkan ada juga yang menyewa instruktur senam untuk meminpin
senam pagi di perkantoran tersebut.
Dikarenakan senam pagi itu menyehatkan
tubuh serta membuat tubuh kita segar dalam melakukan aktifitas selanjutnya,
maka pemerintah Sibolga menyarankan agar seluruh sekolah yang ada di kota
Sibolga melaksanakan senam pagi di sekolahnya masing-masing khususnya SMA N 1
Sibolga karena salah satu sekolah yang paling cepat memulai aktifitas
belajarnya tepatnya 06:45.
Namun, cenderung banyak siswa SMA N 1
sibolga yang tidak serius dalam mengikuti senam pagi tersebut. Kita dapat
melihat dari siswa yang memakan waktu lama hanya untuk membentuk barisan dan
kemudian dalam melakukan senam banyak siswa yang malah bermain dengan teman
sekitarnya bukannya serius untuk melakukan senam tersebut. Padahal sekolah
sengaja menyediakan waktu untuk melakukan senam pagi agar siswa dapat lebih
santai mengikuti pelajaran yang ada.
Atas dasar ingin mengetahui sebab
kecenderungan ketidakseriusan siswa SMA N 1 Sibolga dalam mengikuti senam pagi,
maka penulis berniat untuk memunculkan topik tersebut
ke permukaan untuk menjadi pembahasan dalam karya tulis ini.
1.2 Rumusan masalah
Rumusan
masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Apakah
arti dari senam?
2. Apakah
manfaat senam itu?
3.
Sejauh mana minat siswa/i dalam mengikuti senam pagi?
4.
Apa yang menyebabkan siswa/i kurang berminat mengikuti
senam pagi?
5.
Bagaimana upaya agar siswa/i berniat melakukan senam pagi?
1.3 Tujuan Penelitian
Tujuan saya meneliti ini adalah sebagai
berikut :
1. Untuk
mengetahui apa pengertian senam
2. Untuk
mengetahui manfaat dari senam
3. Untuk
mengetahui sejauh mana minat siswa dalam mengikuti senam pagi
4.
Untuk mengetahui alasan siswa kurang berminat melakukan
senam
5.
Untuk mengetahui upaya agar siswa/i berminat melakukan
senam pagi
1.4
Ruang
Lingkup
Yang menjadi
ruang lingkup pembahasan dalam karya tulis ini adalah meneliti sejauh mana
minat siswa kelas XI IPA reguler SMA Negeri 1 Sibolga T.A. 2012/2013 dalam mengikuti
senam pagi, penyebab kurangnya minat mereka melakukan senam pagi, serta mengetahui
upaya agar siswa berniat mengikuti senam pagi.
1.5 Manfaat
Penelitian
Adapun yang menjadi manfaat dari penelitian
ini ialah :
1.
Bagi pembaca, agar pembaca tahu betapa pentingnya
melakukan senam pagi itu.
2.
Bagi siswa, agar dapat menambah keseriusan dalam
melakukan senam serta menjadikan senam pagi sebagai rutinitas.
3.
Bagi sekolah, agar sekolah menambah variasi gerakan
senam agar tidak membosankan serta menambah fasilitas yang mendukung kegiatan
senam pagi.
4.
Bagi penulis, sebagai latihan dasar dalam membuat karya
tulis serta sebagai penambah wawasan mengenai senam.
1.6
Metode
Penelitian
Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode
dengan menggunakan angket serta observasi.
Metode angket
dilakukan dengan membagikan sejumlah daftar pertanyaan kepada kelas XI IPA
reguler SMA N 1 Sibolga. Angket terdiri dari dua bagian, yaitu angket A yang
berisi pertanyaan untuk mengetahui minat mereka mengikuti senam pagi. Dan
angket B yang berisi pertanyaan untuk menanyakan alasan mereka mengapa kurang
berminat melakukan senam pagi serta bagaimana upaya agar mereka berminat
mengikuti senam pagi.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Minat
Menurut
Soesilowindradini (dalam Tuharjo,1989:13), “suatu kegiatan yang dilakukan tidak
sesuai minat akan menghasilkan prestasi yang kurang menyenangkan”. Dapat
dikatakan bahwa dengan terpenuhinya minat seseorang akan mendapatkan kesenangan
dan kepuasan batin yang dapat menimbulkan motivasi.
Purnama (1994:15)
menjabarkan karakteristik individu yang memiliki minat tinggi terhadap sesuatu
yaitu: adanya perhatian yang besar, memiliki harapan yang tinggi, berorientasi
pada keberhasilan, mempunyai kebangggaan, kesediaan untuk berusaha dan
mempunyai pertimbangan yang positif. Pendapat tersebut tidak jauh berbeda
dengan pendapat Slameto dalam (TomiDarmawan,2007) yang menyatakan “bahwa minat
adalah rasa suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada
yang menyuruh, minat pada hakekatnya adalah penerimaan hubungan antara diri
sendiri dengan sesuatu di luar dirinya, semakin kuat atau semakin dekat
hubungan tersebut maka semakin besar minatnya”.
Suyanto (1969:9)
memandang minat sebagai pemusatan perhatian yang tidak sengaja yag terlahir
dengan penuh kemauan dan tergantung dari bakat dan lingkungan. Utami dan Fauzan
dalam (Tomi Darmawan,2007) memandang minat sebagai kecenderungan yang relatif
menetap sebagai bagian diri seseorang, untuk tertarik dan menekuni
bidang-bidang tertentu. Winkel (1987:105) menyatakan “bahwa minat merupakan
suatu kecenderungan subjek yang menetap untuk merasa tertarik pada bidang studi
tertentu dan merasa senang untuk mempelajari materi itu”. Dari berbagai
pendapat tersebut dapat ditemukan adanya beberapa unsur pokok dalam pengertian
minat, yaitu adanya perhatian, daya dorong tiap-tiap individu dan kesenangan.
Kesimpulan dari
beberapa definisi di atas tentang minat, bahwa minat merupakan suatu perhatian
khusus terhadap suatu hal tertentu yang tercipta dengan penuh kemauan dan
tergantung dari bakat dan lingkungannya. Minat dapat dikatakan sebagai dorongan
kuat bagi seseorang untuk melakukan segala sesuatu dalam mewujudkan pencapaian
tujuan dan cita-cita yang menjadi keinginannya.
2.2 Pengertian
Siswa
2.3 Hakikat Senam
Pagi
Senam adalah
suatu gerakan atau kombinasi dari beberapa gerakan yang disusun secara
sistematis untuk mencapai kondisi tubuh yang sehat, bugar dan indah, serta
untuk meningktkan keterampilan dan kesiapan mental spritual.
Senam Pagi
Indonesia merupakan salah satu olahraga senam yang termasuk kelompok senam
umum. Senam umum adalah suatu jenis olahraga yang memiliki ciri khas
tersendiri, yaitu mudah, murah, meriah, massal dan manfaat.
Mudah, artinya
gerakan-gerakannya relatif lebih mudah untuk dipelajari. Murah, artinya
pelaksanaannya tidak membutuhkan sarana dan prasarana yang banyak dan mahal.
Meriah, artinya dilakukan dengan penuh kegembiraan. Massal, artinya dapat
diikuti oleh banyak peserta, pria maupun wanita mulai dari usia anak hingga
usia lanjut. Manfaat, artinya dapat dipertanggung jawabkan untuk mempertahankan
dan meningkatkan kebugaran jasmani bagi setiap orang yang melakukannya
Dari segi
penggunaan oksigen (O2), olahraga senam terdiri atas senam aerobik
dan senam anaerobik. Senam aerobik memiliki ciri-ciri gerakan yang mudah
diikuti, dilakukan dalam waktu yang relatif lama (di atas delapan menit),
intensitasnya sedang. Senam anaerobik memiliki ciri-ciri gerakan yang realtif
lebih sulit, membutuhkan waktu yang singkat (di bawah dua menit), dengan
intensitas tinggi. Berdasarkan uraian tersebut, SPI dapat dikategorikan sebagai
senam aerobik.
Sesuai dengan
namanya, Senam Pagi Indonesia biasanya dilakukan pada pagi hari saat matahari
bersinar dan keadaan udara masih segar. Gerakan senam ini cocok dilakukan
sebelum kamu melakukan aktivitas sehari-hari. Setelah kamu melakukan senam pagi
hari, tubuhmu akan terasa bugar sepanjang hari.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BAB III
PROSES PENELITIAN
3.1 Populasi dan Sampel
Yang dijadikan
sampel dari penelitian ini adalah 25 siswa/i dari kelas XI IPA 3, XI IPA 4, XI IPA 5, XI IPA 6, XI IPA 7 SMA Negeri 1 Sibolga yang diwakili
oleh 5 orang setiap kelasnya namun yang dijadikan sampel hanya 24 siswa/I
karena dari 25 angket yang dibagi hanya terkumpul 24 angket. Dalam pemilihan
sampel penulis tidak mematok syarat apapun yang penting dia berasal dari kelas
XI IPA reguler SMA Negeri 1 Sibolga.
3.2 Pengumpulan Data
3.2.1 Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian
dilakukan di SMA Negeri 1 Sibolga. Pengisian angket dilakukan di kelasnya
masing-masing pada jam istirahat, sedangkan pengamatan dilakukan di lapangan
SMA Negeri 1 Sibolga pada saat dilakukannya senam pagi.
3.2.2 Cara
Pengambilan Data
Angket saya
hanya terdiri dari 9 pertanyaan. Pengambilan data dilakukan oleh penulis dengan
cara penyebaran angket sebanyak 25 angket, tetapi yang diteliti oleh penulis
hanya 24 angket saja.
3.2.3 Proses
Pengumpulan Data
Penelitian ini
dilakukan dengan cara menyebarkan angket. Angket disebarkan langsung kepada responden.
Angket dibagi atas dua bagian, yaitu angket A pertanyaan untuk menanyakan
minatnya melakukan senam pagi dan angket B pertanyaan untuk menanyakan
alasannya mengapa kurang berminat mengikuti senam pagi.
3.2.4 Cara Menganalisis
Data
Analisis
data dilakukan dengan cara mengelompokkan responden ke dalam tiga kelompok,
yaitu kelompok yang berminat, kurang berminat, dan tidak berminat.
Pengelompokan tersebut diperoleh dari hasil pertanyaan-pertanyaan angket.
Untuk mengambil kesimpulan dapat dilihat
dari hasil analisis data. Jika kelompok berminat lebih banyak daripada kelompok
kurang berminat dan tidak berminat, maka minat siswa kelas XI IPA reguler dalam
mengikuti senam pagi dapat dikatakan besar. Sebaliknya, jika kelompok kurang
berminat dan tidak berminat lebih banyak daripada kelompok berminat, maka dapat
disimpulkan bahwa minat siswa kelas XI IPA reguler SMA Negeri 1 Sibolga kurang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar