Selasa, 12 Februari 2013

KTI Bab 1, 2 dan 3



BAB 1
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
      Kita mengetahui bahwa senam pagi itu membuat tubuh kita sehat dan kuat serta meningkatkan kesegaran tubuh kita dalam melakukan aktifitas selanjutnya. Sudah banyak perkantoran-perkantoran di kota khususnya Sibolga telah menjadikan senam pagi sebagai aktifitas yang rutin mereka yang lakukan pada pagi hari sebelum memulai pekerjaan mereka. Bahkan ada juga yang menyewa instruktur senam untuk meminpin senam pagi di perkantoran tersebut.
     Dikarenakan senam pagi itu menyehatkan tubuh serta membuat tubuh kita segar dalam melakukan aktifitas selanjutnya, maka pemerintah Sibolga menyarankan agar seluruh sekolah yang ada di kota Sibolga melaksanakan senam pagi di sekolahnya masing-masing khususnya SMA N 1 Sibolga karena salah satu sekolah yang paling cepat memulai aktifitas belajarnya tepatnya 06:45.
     Namun, cenderung banyak siswa SMA N 1 sibolga yang tidak serius dalam mengikuti senam pagi tersebut. Kita dapat melihat dari siswa yang memakan waktu lama hanya untuk membentuk barisan dan kemudian dalam melakukan senam banyak siswa yang malah bermain dengan teman sekitarnya bukannya serius untuk melakukan senam tersebut. Padahal sekolah sengaja menyediakan waktu untuk melakukan senam pagi agar siswa dapat lebih santai mengikuti pelajaran yang ada.
     Atas dasar ingin mengetahui sebab kecenderungan ketidakseriusan siswa SMA N 1 Sibolga dalam mengikuti senam pagi, maka penulis berniat untuk memunculkan topik tersebut ke permukaan untuk menjadi pembahasan dalam karya tulis ini.

1.2  Rumusan masalah
     Rumusan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Apakah arti dari senam?
2.      Apakah manfaat senam itu?
3.      Sejauh mana minat siswa/i dalam mengikuti senam pagi?
4.      Apa yang menyebabkan siswa/i kurang berminat mengikuti senam pagi?
5.      Bagaimana upaya agar siswa/i berniat melakukan senam pagi?


1.3  Tujuan Penelitian
     Tujuan saya meneliti ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui apa pengertian senam
2.      Untuk mengetahui manfaat dari senam
3.      Untuk mengetahui sejauh mana minat siswa dalam mengikuti senam pagi
4.      Untuk mengetahui alasan siswa kurang berminat melakukan senam
5.      Untuk mengetahui upaya agar siswa/i berminat melakukan senam pagi

1.4  Ruang Lingkup
     Yang menjadi ruang lingkup pembahasan dalam karya tulis ini adalah meneliti sejauh mana minat siswa kelas XI IPA reguler SMA Negeri 1 Sibolga T.A. 2012/2013 dalam mengikuti senam pagi, penyebab kurangnya minat mereka melakukan senam pagi, serta mengetahui upaya agar siswa berniat mengikuti senam pagi.

1.5  Manfaat Penelitian
     Adapun yang menjadi manfaat dari penelitian ini ialah :
1.      Bagi pembaca, agar pembaca tahu betapa pentingnya melakukan senam pagi itu.
2.      Bagi siswa, agar dapat menambah keseriusan dalam melakukan senam serta menjadikan senam pagi sebagai rutinitas.
3.      Bagi sekolah, agar sekolah menambah variasi gerakan senam agar tidak membosankan serta menambah fasilitas yang mendukung kegiatan senam pagi.
4.      Bagi penulis, sebagai latihan dasar dalam membuat karya tulis serta sebagai penambah wawasan mengenai senam.

1.6  Metode Penelitian
      Metode penelitian yang digunakan oleh penulis adalah metode dengan menggunakan angket serta observasi.
      Metode angket dilakukan dengan membagikan sejumlah daftar pertanyaan kepada kelas XI IPA reguler SMA N 1 Sibolga. Angket terdiri dari dua bagian, yaitu angket A yang berisi pertanyaan untuk mengetahui minat mereka mengikuti senam pagi. Dan angket B yang berisi pertanyaan untuk menanyakan alasan mereka mengapa kurang berminat melakukan senam pagi serta bagaimana upaya agar mereka berminat mengikuti senam pagi.

 -------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Pengertian Minat
     Menurut Soesilowindradini (dalam Tuharjo,1989:13), “suatu kegiatan yang dilakukan tidak sesuai minat akan menghasilkan prestasi yang kurang menyenangkan”. Dapat dikatakan bahwa dengan terpenuhinya minat seseorang akan mendapatkan kesenangan dan kepuasan batin yang dapat menimbulkan motivasi.
     Purnama (1994:15) menjabarkan karakteristik individu yang memiliki minat tinggi terhadap sesuatu yaitu: adanya perhatian yang besar, memiliki harapan yang tinggi, berorientasi pada keberhasilan, mempunyai kebangggaan, kesediaan untuk berusaha dan mempunyai pertimbangan yang positif. Pendapat tersebut tidak jauh berbeda dengan pendapat Slameto dalam (TomiDarmawan,2007) yang menyatakan “bahwa minat adalah rasa suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas tanpa ada yang menyuruh, minat pada hakekatnya adalah penerimaan hubungan antara diri sendiri dengan sesuatu di luar dirinya, semakin kuat atau semakin dekat hubungan tersebut maka semakin besar minatnya”.
     Suyanto (1969:9) memandang minat sebagai pemusatan perhatian yang tidak sengaja yag terlahir dengan penuh kemauan dan tergantung dari bakat dan lingkungan. Utami dan Fauzan dalam (Tomi Darmawan,2007) memandang minat sebagai kecenderungan yang relatif menetap sebagai bagian diri seseorang, untuk tertarik dan menekuni bidang-bidang tertentu. Winkel (1987:105) menyatakan “bahwa minat merupakan suatu kecenderungan subjek yang menetap untuk merasa tertarik pada bidang studi tertentu dan merasa senang untuk mempelajari materi itu”. Dari berbagai pendapat tersebut dapat ditemukan adanya beberapa unsur pokok dalam pengertian minat, yaitu adanya perhatian, daya dorong tiap-tiap individu dan kesenangan.
     Kesimpulan dari beberapa definisi di atas tentang minat, bahwa minat merupakan suatu perhatian khusus terhadap suatu hal tertentu yang tercipta dengan penuh kemauan dan tergantung dari bakat dan lingkungannya. Minat dapat dikatakan sebagai dorongan kuat bagi seseorang untuk melakukan segala sesuatu dalam mewujudkan pencapaian tujuan dan cita-cita yang menjadi keinginannya.

2.2 Pengertian Siswa



2.3 Hakikat Senam Pagi
     Senam adalah suatu gerakan atau kombinasi dari beberapa gerakan yang disusun secara sistematis untuk mencapai kondisi tubuh yang sehat, bugar dan indah, serta untuk meningktkan keterampilan dan kesiapan mental spritual.
     Senam Pagi Indonesia merupakan salah satu olahraga senam yang termasuk kelompok senam umum. Senam umum adalah suatu jenis olahraga yang memiliki ciri khas tersendiri, yaitu mudah, murah, meriah, massal dan manfaat.
     Mudah, artinya gerakan-gerakannya relatif lebih mudah untuk dipelajari. Murah, artinya pelaksanaannya tidak membutuhkan sarana dan prasarana yang banyak dan mahal. Meriah, artinya dilakukan dengan penuh kegembiraan. Massal, artinya dapat diikuti oleh banyak peserta, pria maupun wanita mulai dari usia anak hingga usia lanjut. Manfaat, artinya dapat dipertanggung jawabkan untuk mempertahankan dan meningkatkan kebugaran jasmani bagi setiap orang yang melakukannya
     Dari segi penggunaan oksigen (O2), olahraga senam terdiri atas senam aerobik dan senam anaerobik. Senam aerobik memiliki ciri-ciri gerakan yang mudah diikuti, dilakukan dalam waktu yang relatif lama (di atas delapan menit), intensitasnya sedang. Senam anaerobik memiliki ciri-ciri gerakan yang realtif lebih sulit, membutuhkan waktu yang singkat (di bawah dua menit), dengan intensitas tinggi. Berdasarkan uraian tersebut, SPI dapat dikategorikan sebagai senam aerobik.
     Sesuai dengan namanya, Senam Pagi Indonesia biasanya dilakukan pada pagi hari saat matahari bersinar dan keadaan udara masih segar. Gerakan senam ini cocok dilakukan sebelum kamu melakukan aktivitas sehari-hari. Setelah kamu melakukan senam pagi hari, tubuhmu akan terasa bugar sepanjang hari.
    
 
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------

BAB III
PROSES PENELITIAN

     3.1 Populasi dan Sampel
      Yang dijadikan sampel dari penelitian ini adalah 25 siswa/i dari kelas XI IPA 3, XI IPA 4,  XI IPA 5,  XI IPA 6,  XI IPA 7 SMA Negeri 1 Sibolga yang diwakili oleh 5 orang setiap kelasnya namun yang dijadikan sampel hanya 24 siswa/I karena dari 25 angket yang dibagi hanya terkumpul 24 angket. Dalam pemilihan sampel penulis tidak mematok syarat apapun yang penting dia berasal dari kelas XI IPA reguler SMA Negeri 1 Sibolga.

      3.2 Pengumpulan Data
3.2.1 Lokasi Penelitian
      Lokasi penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Sibolga. Pengisian angket dilakukan di kelasnya masing-masing pada jam istirahat, sedangkan pengamatan dilakukan di lapangan SMA Negeri 1 Sibolga pada saat dilakukannya senam pagi.

3.2.2 Cara Pengambilan Data
      Angket saya hanya terdiri dari 9 pertanyaan. Pengambilan data dilakukan oleh penulis dengan cara penyebaran angket sebanyak 25 angket, tetapi yang diteliti oleh penulis hanya 24 angket saja.

3.2.3 Proses Pengumpulan Data
      Penelitian ini dilakukan dengan cara menyebarkan angket. Angket disebarkan langsung kepada responden. Angket dibagi atas dua bagian, yaitu angket A pertanyaan untuk menanyakan minatnya melakukan senam pagi dan angket B pertanyaan untuk menanyakan alasannya mengapa kurang berminat mengikuti senam pagi.

3.2.4 Cara Menganalisis Data
     Analisis data dilakukan dengan cara mengelompokkan responden ke dalam tiga kelompok, yaitu kelompok yang berminat, kurang berminat, dan tidak berminat. Pengelompokan tersebut diperoleh dari hasil pertanyaan-pertanyaan angket.
     Untuk mengambil kesimpulan dapat dilihat dari hasil analisis data. Jika kelompok berminat lebih banyak daripada kelompok kurang berminat dan tidak berminat, maka minat siswa kelas XI IPA reguler dalam mengikuti senam pagi dapat dikatakan besar. Sebaliknya, jika kelompok kurang berminat dan tidak berminat lebih banyak daripada kelompok berminat, maka dapat disimpulkan bahwa minat siswa kelas XI IPA reguler SMA Negeri 1 Sibolga kurang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar